ENTEROBACTER SAKAZAKII DALAM SUSU FORMULA

ENTEROBACTER SAKAZAKII DALAM SUSU FORMULA


ENTEROBACTER SAKAZAKII (ES) hari-hari terakhir ini ramai diperbincangkan dan membuat resah para ibu yang memiliki anak balita. Apa sih bakteri itu. Ia adalah satu jenis bakteria yang pada tahun 1980 dipisahkan dari spesies Enterobacter cloacae berdasarkan unsur genetik penyusunnya. Enterobacter Sakazakii menjadi perhatian karena tingkat mortalitas yang tinggi (40 %- 80 %) pada bayi yang lahir (0-6 bulan) terutama sekali bayi prematur atau yang memiliki imunitas lebih rendah dari rata-rata bayi lainnya.Sebagaimana genus Enterobacter lainnya , Enterobacter Sakazakii merupakan bakteri yang berkoloni didalam saluran pencernakan manusia dewasa. Spesies Enterobacter ini dapat ditemukan pada produk pangan lain selain susu formula ; keju, daging, sayuran, biji-bijian dan bumbu-bumbuan.
Enterobacter Sakazakii berkembang dengan optimal pada kisaran suhu 30-40 derajat Celcius. Waktu regenerasi bakteri ini terjadi setiap 40 menit jika diinkubasi pada suhu 23 derajat Celcius. Yang tentunya akan sedikit lebih cepat pada suhu optimum pertumbuhannya.
Selain bersifat invasif, juga memproduksi toksin ( endotoxin) yang berbahaya bagi mamalia baru lahir dan belum memiliki sistem kekebalan yang baik.
Diluar negeri penelitian pada makanan sudah ada sejak tahun 1997 dan keberadaanya pada susu bubuk formula bayi diteliti sejak tahun 2001.
Enterobacter Sakazakii ditemukan pada susu formula bubuk karena susu jenis ini akan lebih bertahan lama, jadi lebih lama disimpan. Kalau pada susu cair tidak ditemukan, karena masa kadaluarsanya pun lebih cpat.
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) dan Badan Pangan Dunia (FAO) merekomendasikan pemeriksaan cemaran Enterobacter Sakazakii pada susu formula bubuk tahun 2005 karena sebelumnya ada laporan kejadian diare pada balita yang mengonsumsi susu tercemar Enterobacter Sakazakii di Jepang. WHO dalam laporannya menyebutkan bahwa probabilitas susu bubuk formula terkontaminasi oleh bakteri Enterobacter Sakazakii adalah 0,025, dan probabilitas susu tersebut terkontaminasi pada proses persiapan adalah 0,00625.
Diluar negeri sendiri sudah banyak sekali informasi berkaitan dengan proses penyediaan susu untuk bayi yang aman, mengingat, bakteri Enterobacter Sakazakii ini ada dimana-mana , bukan Cuma dari susunya tapi juga dari air, botol minum dan lain-lain sehingga perlu skali cara penyiapan susu yang baik dan benar dan aman buat bayi. Hal ini berarti bukan hanya produk susu lokal yang berisiko terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii, tetapi juga produk susu impor. Di Indonesia sendiri hingga saat ini belum ditemukan kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh Enterobacter Sakazakii. Disini penyebab utamanya Salmonella dan Ecolli, hingga saat ini baru diketahui terkait dengan kejadian diare pada balita, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungannya dengan kejadian penyakit lain.

KONTAMINASI
Keberadaan Enterobacter Sakazakii di produk susu formula menjadi mencuat dan menjadi mendium kontaminasi yang dominan. Susu bayi pada umumnya dikenal sebagai produk yang aman untuk langsung dikonsumsi tanpa memerlukan pemrosesan lebih lanjut. Dalam hal ini susu bayi biasanya hanya dicampur air hangat panas-panas kuku ( suhu kurang 70 derajat Celcius) yang tidak cukup untuk mematikan bakteri ini.
Pertumbuhan Enterobacter Sakazakii dilaporkan dapat direduksi dengan penggunaan sanitizer pada produk buah-buahan serta penyimpanan pada suhu dingin. Penggunaan sanitizer dan penyimpanan pada suhu dingin merupakan hal yang tidak umum pada susu bubuk. Susu bubuk disimpan dalam kaleng, ataupun plastik multi lapisan untuk konsumsi hanya 1-4 hari diasumsikan relatif aman karena pengemasan dilakukan secara aspetik. Bateri Enterobacter Sakazakii adalah bakteri yang dapat menghasilkan zat beracun ( enterotoksin). Selain itu Enterobacter Sakazakii digolongkan dalam jenis bakteri ganas karena kemampuannya mempengaruhi jenis bakteri lain misalnya E. Coli (Bakteri yang normal yang terdapat dalam usus manusia) untuk memproduksi racun yang sama.Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini jarang terjadi dan lebih sering mengenai anak-anak. Gejala yang timbul akibat infeksi bakteri, nafsu makan hilang dan suhu tubuh terganggu. Infeksi berat dapat mengakibatkan radang selaput otak (maningitis) sehingga mengganggu sistim saraf pusat.
Bakteri ini dapat hidup diberbagai media yang cocok, bukan hanya pada susu formula. Tetapi karena susu formula banyak dikonsumsi anak-anak maka keberadaan Enterobacter Sakazakii di dalam susu formula menjadi perhatian serius banyak peneliti dan praktisi kesehatan. Walaupun dipanaskan, susu formula biasanya tidak melewati proses sterilisasi. Pemanasan hanya bertujuan untuk mengubah bentuk susu dari cair menjadi susu bubuk dengan kadar air yang diinginkan ( dibawah 5 %). Oleh karena itulah proses pemanasan susu tidak mampu membunuh Enterobacter Sakazakii.

SUMBER PENCEMARAN SUSU FORMULA Oleh Enterobacter Sakazakii:
Bahan Baku susu atau tambahan lain
Peralatan untuk pengolahan susu
Kemasan susu
Kebersihan tempat dan petugas


" Cara untuk menghindari Infeksi Enterobacter Sakazakii di rumah tangga:
Usahakan untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi kita. Karena percayalah ASI adalah yang terbaik. "

Apabila terpaksa memberikan susu formula menurut catatan WHO yang terbit pada tahun 2007 lalu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan tercemarnya susu bubuk formula yaitu ;
Pastikan bahwa area tempat anda mempersiapkan susu dalam keadaan bersih.

Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum mempersiapkan susu

Rebuslah botol minuman bayi dengan suhu hingga 100 derajat celcius sebelum digunakan

Buatlah susu dengan porsi sekali habis

Persiapkan susu dengan cara yang benar yaitu air didihkan setelah itu didinginkan hingga suhunya sekitar 70 derajat celcius. Baru kemudian dicampuran dengan susu formula. Bakteri Enterobacter Sakazakii akan mati pada suhu diatas 60 Derajat Celcius.

Usahakan agar susu yang telah disiapkan diberikan dan dihabiskan dalam waktu 4 jam atau bila tidak segera diminum, simpan dalam suhu dibawah 10 derajat celcius. (jangan berikan bila sudah lebih dari 24 jam).

Secara rutin bersihkan dan rebuslah peralatan makan bayi agar steril.

Reff :
( dr. Dwi Wastoro Dadiyanto SpAK- IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia – Jateng) - Suara Merdeka 020308
Title: ENTEROBACTER SAKAZAKII DALAM SUSU FORMULA; Written by PUSAT HERBAL INDONESIA; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment

PALING BANYAK DIKUNJUNGI

Griya Herbal Kami