AYO BUDAYAKAN IMUNISASI DEWASA

Ada anggapan imunisasi atau kekebalan tubuh hanya diperuntukkan bagi kesehatan bayi dan anak-anak. Hal itu karena di negara berkembang seperti halnya di Indonesia persoalan imunisasi orang dewasa belum mendapat perhatian. Masyarakat masih belum mengetahui informasi jelas mengenai manfaat dan efektivitas imunisasi.
Di negara maju seperti halnya Amerika program imunisasi bagi orang dewasa merupakan kewajiban bagi setiap warganya. Ini berdasarkan data, setiap tahunnya ditemukan 50.000-70.000 orang meninggal terjangkit pneumokok (infeksi paru-paru), influenza dan hepatitis B.
Meski ketika kecil kebanyakan orang diimunisasi BCG, DPT, campak dan polio, bukan berarti dengan sendirinya akan terbebas dari segala penyakit yang disebabkan virus. Ada beberapa jenis imunisasi yang harus diulang setiap saat atau dilanjutkan ketika beranjak dewasa.
KEBUTUHAN
Kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit merupakan kebutuhan hidup setiap manusia tanpa mengenal usia. Makanya untuk membentuk kemampuan menangkal penyakit setiap orang perlu diimunisasi. Sebagai upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Apabila seseorang pernah terluka oleh logam semisal paku, maka sebaiknya menerima vaksinasi tetanus. Vaksinasi Hepatitis B diperuntukkan bagi tenaga medis dan tenaga laboratorium yang sering kontak dengan cairan tubuh manusia. Sedangkan sering kontak dengan binatang piaraan perlu mendapatkan vaksinasi rabies. Disamping itu, bagi orang usia lanjut dianjurkan menerima vaksinasi influenza dan pneumokok ( Meningitis).
Selain itu bagi mereka yang sering berpergian ke luar daerah atau luar negeri kiranya perlu memperhatikan kondisi kesehatan didaerah yang akan dikunjungi. Apabila rentan terhadap suatu penyakit maka disarankan mempersiapkan diri dengan menerima vaksinasi yang sesuai endemi daerah yang dikunjungi semisal Japanese B enchephalistis, Tifoid, Yellow Fever.
VAKSIN ORANG DEWASA
TETANUS
Bakteri clostridium tetani sebagai penyebab tetanus terdapat dalam debu dan tanah, masuk kedalam tubuh melalui luka. Bakteri ini menimbulkan kejang pada otot, bahkan rahang mengancing, gangguan sesak nafas dapat berujung pada kematian. Vaksinasi tetanus merupakan imunisasi dasar dilakukan ketika bayi. Melalui vaksinasi DPT dan perlu dilakukan ulang setelah 10 tahun kemudian. Vaksinasi ini wajib diikuti bagi wanita yang akan menikah ataupun hamil. Hal ini penting dilakukan mengingat resiko kematian ibu dan bayi akibat infeksi tetanus sangat tinggi.

TIFOID
Penyakit ini banyak dikenal sebagai typhus atau tipes, namun dalam istilah kedokteran dikenal sebagai demam tifoid. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella typh, ditularkan melalui konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi bakteri. Gejalanya muncul berupa panas tubuh yang meningkat,sakit kepala, sakit perut, mual, buang air besar, rasa lelah dan hilang nafsu makan. Vaksin ini berupa bakteri yang telah dimatikan, dimasukkan kedalam tubuh melalui oral atau dapat pula disuntikkan. Setiap kali vaksinasi hanya bertahan 3 tahun.

CAMPAK, PEROTITIS DAN RUBELLA
Ketiganya disebabkan oleh virus. Gejalanya hampir sama yakni demam, menggigil, hidung dan mata berair dan muncul ruam-ruam pada kulit berupa bercak dan bintik atau noda merah pada muka, leher dan selaput lendir mulut. Suhu badan meningkat hingga 40 derajat Celcius diikuti pembengkakkan disekeliling mata dan kelenjar limfe. Dibeberapa negara maju vaksin ini diberikan sekaligus yakni vaksin MMR ( Measle, Mumps, dan Rubella ) berupa virus yang dilemahkan dan dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan. Dianjurkan dilakukan 2 kali yakni ketika berusia 18 tahun dan saat akan menikah.

INFLUENZA
Vaksinasi influenza teramat penting, sebab penyakit yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae ini menimbulkan wabah secara berulang dengan aktivitas yang kuat serta kejadian infeksi dan kematian yang tinggi. Vaksinasi ini dapat diberikan setiap tahun mengikuti jenis virus yang berkembang

HEPATITIS B
Penyakit ini menyerang hati penularannya mirip HIV/AIDS yakni melalui transfusi darah dan hubungan seksual. Gejalanya berupa demam selama beberapa hari disertai rasa mual dan letih. Bola mata dan kuku berwarna kekuningan serta air seni berwarna keruh. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali yakni bulan ke 0,1 dan 6 dan diulang kembali setelah berumur 5-10 tahun.

Reff : AV. Rudy Setia Aji - Suara Merdeka 080214
Title: AYO BUDAYAKAN IMUNISASI DEWASA; Written by PUSAT HERBAL INDONESIA; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment

PALING BANYAK DIKUNJUNGI

Griya Herbal Kami